Bangunan berbahan dasar kontainer tidak kehilangan nilai seni bangunannya. Alur dinding kontainer yang menjadi pelapis dinding alat pengangkut barang ini justru memberikan lapisan lebih dan memiliki dimensi.
Kontainer tidak sekedar alat angkut yang berjajar di sekitar pelabuhan. Alat yang berbentuk kubus persegi panjang makin digemari sebagai bahan dasar bangunan. Bentuk kontainer yang menyerupai lorong telah membentuk sebuah bangunan.
Alhasil, pemilik bangunan tidak perlu membuat pondasi, dinding maupuan atap sebagai konstruksi dasar. Mereka bisa langsung mengisi dengan perabotan sesuai selera.
Penggunaan kontainer sebagai pelapis dinding tidak lain untuk memberikan daya tarik. Hal ini tidak lain karena, dinding alur kontainer tidak berupa dinding flat yang terkesan jenuh.
yang menjadi ciri khas kontainer membuat dinding lebih hidup dalam sudut-sudut vertikal dan horizontal yang tegas.
Kontainer yang berbahan baja tersebut telah dikonstruksikan untuk dipasang secara bertumpuk. Sehingga, ia tak perlu khawatir tumpukan kontainer akan menggangu kontainer di lapisan bawahnya.
Di sisi lain, pemilik gedung tidak perlu khawatir kontainer bakal bocor maupun termakan rayap. Bahan kontainer yang terbilang kokoh membuat kekhawatiran yang biasa terjadi di bangunan-bangunan konvensional pun sirna.

Alhasil, pemilik gedung tidak perlu ragu-ragu mendandani ruang-ruang di dalamnya dengan berbagai furniture yang disukainya. Pasalnya bagian dalam tidak ubahnya bangunan konvensional pada umumnya.
Pemilik juga dapat membagi ruang menjadi beberapa sekat. Mengingat, alat angkut ini memiliki panjang sekitar 15 sampai 20 meter. Bahkan, mereka bisa meletakkan berbagai pajangan layaknya dinding yang terbuat dari beton. Namun andaikata dibiarkan polos, dinding tidak tampak kosong karena sulur-sulur yang berasal dari kontainer.
Meski kontainer memiliki keunikan sebagai bentuk bangunan. Disadari bahwa hawa di ruangan berkontainer tergolong lebih panas dibandingkan di ruang biasa. Agar hawa di dalam ruangan lebih nyaman, ia memasang AC dengan suhu hingga 17 derajat. Namun apabila habis hujan, ia lebih memilih mengurangi penggunaan AC dan membuka pintu. Dengan begitu, penghuni di dalam ruangan dapat menikmati sejuknya udara usai diguyur hujan.
Bentuk kontainer memiliki sudut-sudut tegas tidak selamanya terlihat kaku. Dengan pengecatan dan komposisi peletakkannya, kontainer tak ubahnya bangunan yang memiliki nilai seni dan rasa industrial.






